Wednesday, December 9, 2009

tafsir surat Galatia

BY ANDRI PAK
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang Surat Galatia
Pada perjalanan pertama (Kis. Ras. 15:2-14:28) Paulus dan Barnabas menjelajah Siprus, lalu menjeberang ke Asia-Kecil, mendarat di Perge, di Pamfilia, lalu mula-mula pergi keutara sampai ke Antiokia di Pisidia, kemudian ketimur dan mendirikan umat-umat di Ikonium, Listra dan Derbe, tiga kota besar didaerah Likaonia. Likaonia dewasa ini merupakan bagian selatan dari propinsi Romawi, jang disebut "Propimi Galatia".
Pada perjalanan kedua, (Kis.Ras. 15:36-18:22) Paulus dan Silas memilih jalan darat, dan melalui Siria dan Silisia mereka datang ke Likaonia pula, lalu mengunjungi umat-umat disitu yang berkembang pesat dan "meneguhkan iman" umat- umat itu.
Dari Likaonia Paulus bermaksud berjalan ke Barat, tetapi Lukas mencatat: mereka "dicegah oleh Roh Kudus, lalu pergi keutara dan melintasi Frigia dan daerah Galatia". Demikian catatan Lukas jang sangat pendek. Tetapi Paulus tidak "melintasi" begitu saja, tanpa mengajar dan mendirikan umat-umat. Bdl. Kis. Ras. 18:23. Tentu pada kunjungan itu terjadi apa yang kita baca dalam surat "kepada umat-umat Galatia" ini 4:13-15.
yang dimaksudkan Lukas dengan "daerah Galatia", tentu bagian utara dari propinsi Galatia asli, yang sebelum dijajah oleh orang Romawi merupakan satu kerajaan berdaulat. Penduduknya adalah imigran dari Eropah-Barat, Daerah Galatia, yang sekarang masuk negeri Perancis. Sesampai di Asia-Kecil mereka masuk tentara seorang raja disitu, dan sesudah perang, karena jasanya jang istimewa, mereka diberi sebagian dari wilajah raja itu, untuk dijadikan keradjaan berdaulat bagi mereka sendiri.
Ada buktinya cukup bahwa dengan "umat-umat Galatia" dalam judul surat ini dimaksudkan Galatia jang asli itu, jaitu bagian utara dari propinsi Romawi jang disebut Galatia. Umat-umat itu dikunjungi Paulus juga pada perjalanannya jang ketiga (Kis. Ras. 18:23). Setelah "diteguhkannya iman" umat-umat disitu ia pergi kearah barat, lalu menetap dua tiga tahun lamanya di Efesus, pusat penting untuk pemakluman Injil dan pemimpinan segala umat di Asia-Kecil, Akhaya dan Makedonia.
Rupanya di Efesus Paulus mendapat kabar, bahwa umat-umat di Galatia didatangi pengajar-pengajar dari Palestina, yang mengajarkan bahwa orang-orang bukan Yahudi yang bertobat wajib disunat dan mengikuti hukum dan adat-istiadat yahudi, kalau mau diselamatkan. Paulus jengkel dan gelisah dan segera menulis surat ini. Pada kunjungan jang pertama dari Paulus, umat-umat disitu menyambut Injil dengan gembira dan belum ada kesulitan-kesulitan. Tetapi pada kunjungannya jang kedua, Paulus sudah terpaksa memperingatkan mereka, supaya waspada terhadap pengajar-pengajar palsu. Lih. 1:9. Dan yang dikhawatirkan pada kunjungan yang kedua menjadi kenyataan. Saudara-saudara palsu itu bukan saja menganjurkan persunatan dan penganutan hukum taurat, melainkan juga mempersalahkan ajaran Paulus dan menandaskan bahwa ia bukan rasul sejati dan "Injil" nya tidak benar.
Dan dari isi dan suasana tulisan Paulus kini kita mendapat kesan, bahwa sudah ada anggota-anggota yang percaya akan ajaran- ajaran dan pefitnahan pengajar-pengajar Yahudi tersebut,serta menganut mereka. Kita mengerti bahwa harena kabar itu Paulus sangat cemas malah gelisah, kalau-kalau umat-umat tercinta itu tersesat dari kebenaran Injil dan dijauhkan dari Paulus dan Kristus. Lagi pula beban orang yang telah bertobat terlalu diberatkan, tanpa faedah sedikitpun, kalau mereka mengikuti anjuran- anjuran orang-orang Yahudi itu, dan tentu pertobatan orang-orang yang belum masuk umat sangat disukarkan. Kecemasan dan kegelisahan Paulus tampak sekali dalam surat. Tak ada suratnya yang lain, jang begitu hebat kecemasannya. Tetapi yang tampak nyata sekali pula ialah, bahwa kegelisahan dan kejengkelan Rasul, juga kalau ia membela diri, bukan karena ia merasa tersinggung kehormatannya, melainkan semata-mata berpokok pada cinta kerasulan yang mesra kepada umat Kristus jang tercinta, yang terancam kesetiaannya dan kemurnian imannya. pembelaan kewibawaan untuk mempertahankan pengaruh kerasulannya memang menonjol dalam seluruh surat, tetapi, terdapat didalamnya juga ajaran-ajaran pokok dan pengertian-pengertian keagamaan yang penting sekali, mengenai hakekat dan syarat-syarat keselamatan, dalam Kristus. Ajaran-ajaran itu didalam surat ini tegas dan tepat, tetapi ringkas, yang kemudian diuraikan dengan panjang lebar sebagai ajaran pokok dalam surat kepada umat Roma.
Paulus menulis surat ini (Gal 1:1; Gal 5:2; Gal 6:11) "kepada jemaat-jemaat di Galatia" (Gal 1:2). Beberapa orang berpendapat bahwa orang Galatia ini adalah suku Gaul di bagian utara Galatia. Kemungkinannya jauh lebih besar bahwa Paulus menulis surat ini kepada kota-kota di bagian selatan (Antiokhia Pisidia, Ikonium, Listra, Derbe) di mana ia dan Barnabas menginjil dan memulaikan gereja-gereja dalam perjalanan pemberitaan Injil yang pertama (Kis 13:1--14:28). Tanggal penulisan yang paling sesuai adalah tidak lama sesudah Paulus kembali ke gereja Antiokhia Siria yang mengutusnya dan sebelum sidang di Yerusalem (Kis 15:1-41).
Persoalan utama dalam surat ini adalah persoalan yang sama yang dibahas dan dipecahkan dalam sidang di Yerusalem (sekitar 49 TM; bd. Kis 15:1-41). Persoalan utama itu meliputi dua pertanyaan:
1. Apakah iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat itu satu-satunya syarat untuk selamat?
2. Ataukah ketaatan kepada upacara dan peraturan Yahudi tertentu dari P.L. diperlukan untuk memperoleh keselamatan dalam Kristus?
Rupanya Paulus menulis surat Galatia ini sebelum perselisihan mengenai masalah hukum PL secara formal diperdebatkan dalam sidang di Yerusalem dan pendirian gereja resmi diberikan. Ini berarti bahwa kitab Galatia ini merupakan surat pertama rasul Paulus.
Penulis dan pembaca surat Galatia
Penulis: Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus (Gal 1:1), berisi inti ajaran tentang iman. Argumentasinya yang kuat mengungkapkan kepribadiannya dan menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengkhotbah dan orang yang tidak takut untuk berpendirian. Surat ini memberikan kepada kita gambaran rinci mengenai kehidupannya yang tidak disebut dalam tulisannya yang lain.
Pembacanya: Paulus telah berkhotbah kepada pembacanya (Gal 1:8, 9; 4:13) dan mereka menikmati hubungan yang akrab (Gal 4:15). Beberapa orang mengatakan bahwa ia menulis kepada orang Kristen di Galatia Utara (Asia Kecil) yang berbangsa Gaul, yang dikunjungi oleh Paulus dalam perjalanan misionarisnya yang kedua. Tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa ia menulis untuk orang di propinsi Galatia Selatan yang dikuasai orang Romawi (termasuk Antiokhia, Ikonum, Derbe dan Listra) yang telah dikunjungi oleh Paulus pada perjalanan misionarisnya yang pertama.
Waktu Penulisan
Kapan surat ini ditulis tergantung pada kepada siapa surat ini ditulis. Kebanyakan orang percaya bahwa surat ini ditulis untuk Galatia Selatan dan ini berarti bahwa surat ini ditulis pada sekitar tahun 48 M. Jika surat ini untuk Galatia Utara maka ditulis lebih belakang, tetapi ini masih termasuk dalam surat-surat yang paling awal dalam Perjanjian Baru.
Ciri-Ciri Khusus Surat Galatia
1) Surat ini merupakan surat perjuangan. Paulus menolak untuk berkompromi, ia menulis dalam bahasa yang keras untuk mendukung tema utamanya dengan memakai berbagai argumentasi yang berbeda.
2) Surat ini merupakan surat kasih, karena ditulis dengan penuh perhatian dan kekuatiran dari seorang gembala yang besar.
3) Surat ini singkat, dianggap 'sebuah garis besar' dari surat Roma yang pesannya sama, namun dikembangkan lebih luas dan ditujukan bagi situasi yang tidak terlalu buruk.
4) Surat ini merupakan surat yang memberi kesan yang dalam dan berisi ajaran-ajaran yang mudah diingat, misalnya Gal 2:20; 5:1, 5:22, 23; 6:14.
Tujuan Penafsiran Surat Galatia
Pertama, biar tidak terjadi kesalapamahan dalam penafsiran dan maksud penulis surat.
Kedua, untuk memenuhi tuntutan tugas akhir dari mata kuliah Tafsir Perjanjian Baru pada semester VII dari dosen mata kuliah tafsir.
Pembatasan Tafsiran
Penafsiran mengenai tafsir Perjanjian baru begitu sangat luas dan banyak sekali oleh sebab Itu penulis sebagai penafsir hanya menafsir pada surat Galatia satu kitab.



BAB II
PENAFSIRAN
Teks surat Galatia
1:1 Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, 1:2 dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: 1:3 kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, 1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. 1:5 Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Hanya satu Injil
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
Bagaimana Paulus menjadi rasul
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Paulus diakui oleh para rasul
2:1 Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2:2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi --dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 2:3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 2:4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 2:5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu. 2:6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu --bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka-- bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku. 2:7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 2:8 --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 2:10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.
Paulus bertentangan dengan Petrus
2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Yang terutama, juga untuk orang Kristen keturunan Yahudi
2:15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain. 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. 2:17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak. 2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.
Dibenarkan oleh karena iman
3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 3:6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." 3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Hukum Taurat atau janji
3:15 Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorangpun. 3:16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. 3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. 3:18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. 3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran --sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu-- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. 3:20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. 3:21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. 3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. 3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. 3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.
Tak ada lagi perhambaan
4:1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; 4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. 4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. 4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? 4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. 4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.
Ingatlah akan hubungan kita yang semula
4:12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 4:13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 4:14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 4:15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 4:16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 4:17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 4:18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 4:20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.
Hagar dan Sara
4:21 Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? 4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 4:23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 4:24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar-- 4:25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab-- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. 4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 4:27 Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami." 4:28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 4:29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 4:30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." 4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
Kemerdekaan Kristen
5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. 5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. 5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya! 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Hidup menurut daging atau Roh
5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging --karena keduanya bertentangan-- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu --seperti yang telah kubuat dahulu-- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
Saling membantulah kamu
6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 6:2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 6:3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 6:4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 6:5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Peringatan dan salam
6:11 Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri. 6:12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 6:13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. 6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. 6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. 6:16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. 6:17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. 6:18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.

Garis besar Penafsiran Surat Galatia
1) Salam (Gal 1:1-5)
2) Keheranan Karena Jemaat Galatia Meninggalkan Injil Kasih Karunia (Gal 1:6-10)
3) Paulus Membela Kekuasaan Injil dan Panggilannya (Pribadi)(Gal 1:11-21)
4) Injil itu Dinyatakan Kepadanya oleh Kristus (Gal 1:22-24)
5) Injil itu Diakui dan Disahkan Yakobus, Petrus, dan Yohanes (Gal 2:1-10)
6) Injil itu Dipertahankan Dalam Sengketa dengan Petrus
(Gal 2:11-21)
7) Paulus Membela Berita Injilnya (Ajaran)(Gal 3:1-4)
8) Roh dan Hidup Baru Diterima oleh Iman dan Bukan oleh Perbuatan Baik (Gal 3:5-14)
9) Keselamatan Tersedia Karena Janji dan Bukan Hukum Taurat (Gal 3:15-24)
10) Mereka yang Percaya Kristus Adalah Anak dan Bukan Hamba(Gal 3:25-4:1-7)
11) Himbauan untuk Memikirkan Kembali Tindakan Mereka
(Gal 4:8-20)
12) Mereka yang Percaya Hukum Adalah Hamba dan Bukan Anak
(Gal 4:21-31)
13) Paulus Membela Kebebasan Injilnya(Gal 5:1-10)
14) Kebebasan Kristen Berkaitan dengan Keselamatan oleh Kasih Karunia(Gal 5:11-12)
15) Kebebasan Kristen Jangan Dijadikan Alasan untuk Memperturutkan Tabiat Berdosa (Gal 5:13-26)
16) Kebebasan Kristen Harus Diungkapkan Melalui Hukum Kristus(Gal 6:1-10)
17) Penutup (Gal 6:11-18)

Salam (Gal 1:1-5)
Ayat 1-2, Salam ini jauh lebih pendek dan singkat dari pada yang lazim dalam surat-surat Paulus (a.l. tidak ada sama sekali kata pujian yang ditujukan kepada orang-orang Galatia). Dalam Gal 1:1 dan Gal 1:4 Paulus menunjuk pokok-pokok utama yang akan diutarakannya, yakni: pembelaan diri sebagai rasul, Gal 1-2; isi Injil yang bertumpu pada iman kepada Yesus Kristus semata-mata dan yang melandasi kemerdekaan Kristen, Gal 3-5
Ayat 3, Baik kiranya diperingatkan disini, bahwa gelaran "Tuhan" bagi Kristus, dalam surat-surat Paulus dan dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru umumnya, tidak sama arti dan maksudnya dengan "Tuhan" yang sudah biasa kita gunakan sebagai pengganti "nama" Allah. Dengan gelaran itu bagi Kristus, Paulus tidak langsung hendak mengatakan, bahwa Jesus berwujud Allah.
Atay 4, Dunia ini diperlawankan dengan "dunia" yang akan datang, ialah zaman Mesias. "Dunia yang jahat ini" sama dengan "kerajaan Iblis", Kis 26:18, yang adalah "ilah zaman ini", 2Ko 4:4; bdk Efe 2:2; 6:12; Yoh 8:12; 12:31+, dan sama juga dengan zaman kekuasaan dosa dan hukum Taurat, Gal 3:19. Tetapi melalui kematian dan kebangkitanNya Kristus telah membebaskan kita dari segala kekuasaan buruk itu mulai sekarang ini; Kristus telah memasukkan kita ke dalam kerajaanNya sendiri dan ke dalam kerajaan Allah; Rom 14:17; Kol 1:13; Efe 5:5, meskipun kita masih menantikan pembebasan sepenuhnya melalui kebangkitan badan dan Parusia Kristus, bdk Rom 5-8.
Keheranan Karena Jemaat Galatia Meninggalkan Injil Kasih Karunia (Gal 1:6-10)
Ayat 6-7, Ucapan syukur yang lazim dalam salam yang membuka surat-surat Paulus, Rom 1:1-, diganti dengan suatu teguran dan celaan. Guru-guru palsu telah datang kepada jemaat Galatia sambil berusaha untuk mempengaruhi mereka untuk menolak ajaran Paulus dan menerima "suatu injil lain". Injil mereka mengajar bahwa keselamatan meliputi bukan hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga bergabung dengan agama Yahudi dengan jalan disunat (Gal 5:2), menaati hukum Taurat (Gal 3:5), dan merayakan hari-hari raya Yahudi (Gal 4:10).
Ayat 8, Hanya ada satu Injil saja yang diberitakan semua rasul, 1Ko 5:11. Secara khusus Allah mengutus rasul Paulus untuk mengabdikan diri kepada Injil itu, Rom 1:1; 1Ko 1:17; bdk Gal 1:15-16. Sama seperti dalam Injil-injil, Mar 1:1+, dan Kisah Para Rasul, Gal 5:24+. Injil itu ialah suatu kabar yang baik, yang secara lisan diberitakan dan perlu didengarkan. Isi Injil itu pada pokoknya: pernyataan mengenai Anak Allah, Yesus Kristus, Rom 1:1-4 yang dibangkitkan dari antara orang-orang mati, 1Ko 15:1-5; 2Ti 1:10, setelah mati disalibkan, 1Ko 2:2. Untuk semua orang berdosa, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, Rom 3:22-24, Kristus telah meresmikan tata penyelamatan kebenaran, Rom 1:16+, dan keselamatan, Efe 1:13, sebagaimana dinubuatkan para nabi dahulu, Rom 16:25-26; 1Pe 1:10. Kerap kali kata "Injil" berarti baik pemberitaan oleh rasul maupun apa yang diberitakannya, 2Ko 2:12; 8:18; Filipi 1:4,12; 4:3,15; File 13; 1Te 3:2. Berhasilnya pemberitaan itu berasal dari kekuatan Allah, 1Te 1:3 (bdk Gal 2:13). Pemberitaan itu adalah firman kebenaran yang menyatakan kasih karunia Allah, Kol 1:5-6; Efe 1:13; 2Ko 6:1; Kis 14:3; 20:24,32. Iapun menghasilkan keselamatan pada mereka yang dengan iman menyambut baik pemberitaan Injil itu, Rom 1:16-17+; Rom 3:22; 10:14-15; Fili 1:28, dan taat kepadanya, Rom 1:5; 10:16; 2Te 1:8. Pemberitaan itu berkembang dan berbuah, Kol 1:6. Melalui pemberitaan yang sepenuhnya, Rom 15:19, pelayanan rasuli menjadi sumber pengharapan Kristen, Kol 1:23.
Ayat 9, Istilah "terkutuk" (untuk kekal) (Yun. _anathema_) berarti bahwa seseorang berada di bawah kutukan Allah, dihukum untuk binasa dan akan menerima murka dan kutukan Allah.
1. Rasul Paulus menyatakan sikap Roh Kudus yang menghukum dan memarahi orang-orang yang berusaha untuk memutarbalikkan Injil asli Kristus (ayat Gal 1:7) dan mengubah kebenaran dari kesaksian rasuli. Sikap yang sama ini nyata dalam Yesus Kristus
Petrus (pasal 2Pet 2:1-22), Yohanes (2Yoh 1:7-11), dan Yudas (Yud 1:3-4,12-19), dan juga akan terdapat dalam hati semua pengikut Kristus yang mengasihi Injil Kristus sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah dan yang percaya bahwa itu adalah Kabar Baik dari keselamatan yang sangat diperlukan bagi dunia yang terhilang dalam dosa (Rom 10:14-15)
2. Terkutuklah semua orang yang memberitakan injil yang bertentangan dengan yang diberitakan Paulus, sebagaimana yang dinyatakan kepadanya oleh Yesus Kristus (ayat Gal 1:11-12;
Siapa pun yang menambahkan atau mengurangi Injil asli dan yang pokok dari Kristus dan para rasul berada di bawah kutukan Allah; "Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan" (Wahy 22:18-19).
3. Allah memerintah orang percaya untuk mempertahankan iman
menegur dengan kasih (2Tim 2:25-26), dan memisahkan diri dari guru, gembala, dan orang lain dalam gereja yang menyangkal kebenaran pokok Alkitab yang diajarkan oleh Yesus dan para rasul (ayat Gal 1:8-9; Rom 16:17-18; 2Kor 6:17).
Ayat 10, Orang-orang Kristen yang berhaluan Yahudi kiranya mempersalahkan Paulus oleh karena tidak membebankan sunat kepada orang-orang kafir yang mau masuk Kristen, seolah-olah dengan jalan itu Paulus mau memudahkan masuknya orang kafir. Tetapi radikalisme seperti yang dibentangkan Paulus dalam Gal 1:8-9 menyatakan bahwa Paulus sekali-kali tidak memperlunak apapun Ialah seperti sebelum masuk Kristen menganjurkan sunat sebagai jalan keselamatan.

Paulus Membela Kekuasaan Injil dan
Panggilannya Gal 1:11-21)

Ayat 11, yang dimaksudkan ialah ajaran pokok yang secara khusus ditekankan Paulus, tetapi hebat diserangi para penentang yahudi, yaitu bahwa kepercayaan akan Kristus satu-satunya jalan penyelamatan, dan bahwa untuk keselamatan abadi sunat dan penganutan hukum yahudi, tidak dituntut dan tidak berguna, malah bertentangan dengan Injil murni.
Ayat 12, Dalam penyataan ini Yesus sendiri yang menyatakan dan Yesus pula yang dinyatakan Gal 1:16. Ini tidak berarti bahwa Paulus mengetahui semuanya disebabkan oleh penyataan langsung, apa lagi dengan sekali jadi saja melalui penyataan di jalan ke Damsyik. Di sini Paulus berpikir kepada ajarannya, bahwa keselamatan bertumpu pada iman akan Yesus Kristus tanpa pekerjaan menurut hukum Taurat. Hanya pokok ini sajalah yang dipertikaikan oleh Paulus dan orang-orang ke-Yahudian.
Ayat 13-14, Untuk lebih meyakinkan orang Galatia, Paulus menerangkan, ia dahulu sependapat dengan penganjur-penganjur Yahudi itu, malah lebih berkeyakinan dan giat dari pada mereka, tetapi segera berbalik haluan (15) setelah kekeliruan kentara oleh penampakan Kristus kepadanya.
Ayat 15, Walaupun Paulus terutama menunjuk kepada pelayanannya sebagai rasul, dalam satu arti setiap orang percaya telah dipilih (dipisahkan) oleh kasih karunia supaya Allah dapat menyatakan Putra-Nya melalui mereka. Kita sudah dipisahkan dari dosa dan zaman yang jahat ini supaya kita dapat hidup dalam persekutuan dengan Allah dan bersaksi bagi Yesus Kristus di depan dunia ini. Dipisahkan berarti dipersatukan dengan Allah, untuk Allah dan dekat Allah -- hidup dalam iman dan ketaatan demi kemuliaan-Nya dan penyataan Putra-Nya
Ayat 16, Terjemahan lain: menyatakan anakNya kepadaku. Dengan berkata "di dalam aku" Paulus tidak menyangkal bahwa penampakan Yesus itu adalah obyektip, 1Ko 9:1; 15:8; bdk Kis 9:17; 22:14; 26:16. Ia hanya menekankan di sini segi batiniah penyataan itu dan dengannya mengaitkan panggilannya menjadi rasul bangsa-bangsa bukan Yahudi, Gal 2:8-9; Rom 1:1+; Efe 3:2-3; 1Ti 2:7.
Ayat 17, menurut dugaan umum: wilajah kerajaan Aretas, yang tak jauh letaknya dari kota Damaskus. Bdl. 2Ko 11:32. Berpergian kesitu tentu saja maksudnya mengasingkan diri dalam kesunyian dan merenungi untuk lebih lanjut lagi kejadian-kejadian dan pernyataan-pernyataan yang dialaminya. Dan disitu pula barangkali ia mendapat pernyataan-pernyataan lain lagi dari Kristus.
Ayat 18, Disini paulus menyebut kefas, yakni Ialah Petrus, bdk Yoh 1:42. Paulus suka menyebut Petrus demikian, 1Ko 1:12; 3:22; 9:5; 15:5; Gal 2:9,11,14. Di luar karangan Paulus nama itu tidak pernah disebut,kecuali sekali dalam Yohanes.
Ayat 19-24, mungkin yang di maksud disini bahwa Yakobus ini termasuk ke dalam dewan keduabelas rasul, sehingga sama dengan "Yakobus anak Alfeus", Mat 10:3 dsj, atau mengartikan kata "rasul" secara luas, sehingga tidak hanya keduabelas disebut begitu, bdk Rom 1:1. Dapat juga diterjemahkan sebagai berikut: tetapi Yakobus, saudara Tuhan, aku lihat. Kalau demikian maka Yakobus bukan rasul "Yakobus anak Alfeus", sedangkan kata "rasul" diartikan secara sempit (hanya keduabelas).
Dari ayat 22-24 paulus menegaskan bahwa Injil yang ia sampaikan benar-benar dari Allah bukan sebuah dusta atau kebohongan paulus sendiri.
Injil itu Diakui dan Disahkan Yakobus, Petrus, dan
Yohanes (Gal 2:1-10)
Ayat 1, Terhitung mulai dengan pertobatan Paulus atau mulai dengan perjumpaannya yang terakhir dengan Petrus. Boleh jadi jangka waktu tiga tahun (Gal 1:18) dan empat belas tahun (Gal 2:1) sebenarnya hanya dua setengah dan tiga belas setengah tahun. Sebab menurut kebiasaan orang dahulu seluruh tahun-tahun turut diperhitungkan, meskipun hampir-hampir berakhir atau baru mulai.
Ayat 2, Paulus tentu saja tidak menyangsikan kebenaran Injilnya. Tetapi dalam mendirikan jemaat-jemaatnya, ia tidak mau memutuskan hubungan dengan jemaat induk di Yerusalem. Itulah sebabnya maka pengumpulan uang guna orang-orang miskin di Yerusalem dianggap sangat penting, bdk 1Ko 16:1+; lihat juga Gal 2:10.
Ayat 3, Sehubungan dengan Timotius yang mempunyai ibu Yahudi, sikap Paulus lebih lunak, Kis 16:3; bdk 1Ko 9:20. "Berlari". Paulus gemar menganjurkan kegiatan dalam agama dengan menggunakan kiasan-kiasan dari dunia olah-raga. Menempuh jalan menuju kesempurnaan hidup dan hidup abadi dinamakan "berjalan", kalau ditempuh dengan lebih giat dan bersemangat, digunakannya istilah "berlari" atau "berlumba".
Ayat 4, yang bukan saja ajaran dan anjuran-anjurannja palsu, tetapi tidak jujur juga, kebebasan dari persunatan dan penganutan hukum yahudi dengan segala larangan dan ketentuan-ketentuannya jang picik dan tak berguna, yaitu memaksa "anak-anak Allah" menjadi hamba hukum Yahudi.
Ayat 5, Paulus bersikap toleran dan sabar terhadap banyak hal (bd. 1Kor 13:4-7), tetapi tegar dalam hal "kebenaran Injil". Penyataan yang diterimanya dari Kristus (Gal 1:12) adalah satu-satunya Injil yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan semua orang yang percaya (Rom 1:16). Paulus memahami bahwa Injil ini sama sekali tidak boleh berkompromi demi kedamaian, kesatuan atau pendapat mutakhir. Kemuliaan Kristus dan keselamatan orang yang terhilang itu dipertaruhkan. Dewasa ini, kalau kita meniadakan satu bagian dari Injil menurut penyataan PB, kita mulai merusakkan satu-satunya amanat yang menyelamatkan kita dari kebinasaan abadi (bd. Mat 18:6).

Ayat 6, Allah tidak pernah pilih kasih terhadap orang berdasarkan keturunan, reputasi, kedudukan atau prestasinya (bd. Im 19:15; Ul 10:17; Ayub 34:19; Kis 10:34; Ef 6:9).
1. 1) Allah melihat dan menilai hati, yaitu bagian batin seorang, dan Ia menyenangi mereka yang hatinya sungguh-sungguh berpaling kepada-Nya dalam kasih, iman, dan kekudusan (bd. 1Sam 16:7; Mat 23:28; Luk 16:15; Yoh 7:24; 2Kor 10:7;
2. 2) Demikianlah, Allah tidak lebih memperhatikan kasih, persekutuan, dan doa orang yang terpelajar daripada yang tidak terpelajar, yang kaya lebih daripada yang miskin, yang berkuasa daripada yang lemah; prinsip abadi Allah ialah bahwa Dia menerima "setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran" (Kis 10:35).
Ayat 7-9, rela berjabat tangan sebagai tanda persetujuan dan pengakuan, bahwa Paulus rasul sejati, sederajat dan seberwenang dengan mereka. Pembagian pekerjaan kerasulan yang ditentukan dalam Gal 2:9, bukan dimaksudkan sebagai mutlak. Disegala tempat Paulus pertama-tama pergi mengajar didalam sinagoge-sinagoge, dan baik Petrus, maupun rasul-rasul lain, selalu berusaha mempertobatkan orang-orang bukan Yahudi juga. Buktinya yang jelas, ialah umat Roma.
Ayat 10, Tema yang disebut berkali-kali dalam Alkitab adalah pentingnya menolong orang miskin (Kel 23:10-11; Ul 15:7-11; Yer 22:16; Am 2:6-7; Mat 6:2-4; Yoh 13:29). Di sekitar kita senantiasa akan ada orang yang memerlukan bantuan. Orang miskin, khususnya "kawan-kawan kita seiman" (Gal 6:10) memerlukan bantuan jasmaniah dan doa kita
Injil itu Dipertahankan Dalam Sengketa dengan
Petrus (Gal 2:11-21)
Ayat 11, Siapa pun gembala atau pimpinan rohani yang bersalah atau munafik (ayat Gal 2:13) harus dilawan dan ditegur (bd. 1Tim 5:20). Ini harus dilakukan tanpa pilih kasih; bahkan orang yang terkemuka seperti rasul Petrus, yang dipakai Tuhan dengan luar biasa, memerlukan teguran membangun (ayat Gal 2:11-17; bd. 1Tim 5:20-21). Alkitab menunjukkan bahwa Petrus menyadari kesalahannya dan menerima teguran Paulus dengan rendah hati dan sikap menyesal. Kemudian hari, ia menyebut Paulus "saudara kita yang kekasih" (2Pet 3:15).
Ayat 12, "Saudara-saudara yang bersunat" adalah orang Kristen Yahudi, khususnya dalam jemaat di Yerusalem, yang percaya bahwa tanda sunat dari PL masih diperlukan untuk semua orang percaya dari perjanjian yang baru. Mereka juga mengajar bahwa orang Kristen Yahudi tidak boleh makan bersama-sama dengan orang percaya bukan Yahudi yang tidak mengikuti kebiasaan dan peraturan makanan orang Yahudi. Walaupun Petrus mengetahui bahwa Allah menerima orang percaya bukan Yahudi tanpa sikap memihak (Kis 10:34-35), dia menyangkal keyakinannya sendiri karena takut kecaman dan kemungkinan kehilangan kekuasaan di gereja Yerusalem. Pengunduran dirinya dari meja persekutuan dengan orang Kristen bukan Yahudi mendukung kesalahpahaman bahwa ada dua tubuh Kristus -- Yahudi dan bukan Yahudi.
Ayat 13-14, pemakaian kata "kafir" (kufur) sebab mengandung corak penghinaan dalam pemakaian umum. Bunyinya terlalu kasar dalam mulut Paulus jang tentu hormat terhadap bangsa-bangsa yang diserahkan pertobatannya kepadanya, dan anggota-anggota umat-umat yang bekas penyembah dewa-dewa itu.
Ayat 15, disini sangat bercorak sindiran terhadap orang-orang yahudi, para penganjur palsu, yang masih memandang saudara-saudara takbersunat sebagai tidak sederajat dengan mereka, malah sebagai "najis".
Ayat 16, Di sini Paulus membahas pertanyaan bagaimana orang berdosa dapat dibenarkan, yaitu diampuni dosanya, diterima oleh Allah dan memiliki hubungan yang benar dengan-Nya. Hal itu tidak akan terjadi dengan "melakukan hukum Taurat," tetapi oleh iman yang hidup dalam Kristus Yesus
Ayat 17-18, Kedua kalimat padat dan agak kabur ini dapat ditafsirkan barangkali seperti berikut: masih berdosa, sebab belum cukup dibenarkan oleh kepercayaan dan permandian, kalau untuk dibenarkan perlu lagi disunat dan mengamalkan hukum taurat. Lagi pula saudara-saudara Yahudi, termasuk penganjur-penganjur palsu sendiri, yang percaya dan menganjurkan, bahwa penganutan hukum perlu untuk diselamatkan, dengan itu mengakui, bahwa mereka menjadi orang berdosa (pelanggar), dengan bertobat kepada Kristus dan dengan itu keluar dari lingkungan hukum taurat. Demikian pula saudara-saudara bukan Yahudi Yang mempercayai dan mengikuti penganjur-penganjur palsu itu, mengakui bahwa mereka pun belum dibenarkan sepenuhnya oleh permandian dan sebab itu masih orang berdosa. Lain dari itu, semua mereka itu menjatakan, seolah-olah Kristus telah menipu mereka, dan menjebabkan mereka berdosa, dengan mengadjar bahwa hukum taurat telah dibatalkan.
ayat 19, Paulus menggambarkan hubungannya dengan Kristus dari segi kasih sayang pribadi yang mendalam dan ketergantungan kepada Tuhannya. Mereka yang beriman kepada Kristus hidup dalam kesatuan intim dengan Tuhan mereka, baik dalam kematian maupun kebangkitan-Nya.
1. 1) Semua orang percaya telah disalibkan bersama Yesus di kayu salib. Mereka telah mati terhadap hukum Taurat sebagai jalan keselamatan dan kini hidup untuk Allah melalui Kristus (ayat Gal 2:19). Karena keselamatan dalam Kristus, dosa tidak lagi berkuasa atas mereka
2. 2) Kita yang sudah disalibkan bersama Kristus kini hidup bersama Dia dalam hidup kebangkitan-Nya. Kristus dan kekuatan-Nya tinggal dalam kita, menjadi sumber segenap kehidupan kita dan pusat semua pikiran, perkataan, dan perbuatan kita (Yoh 15:1-6; Ef 3:17). Hidup kebangkitan Yesus terus-menerus disalurkan kepada kita melalui Roh Kudus (Yoh 16:13-14; Rom 8:10-11).
3. 3) Keikutsertaan kita dalam kematian dan kebangkitan Kristus terjadi oleh iman, yaitu keyakinan yang kokoh, kasih, pengabdian, dan kesetiaan kita kepada Anak Allah yang mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya untuk kita (bd. Yoh 3:16;
Hidup beriman ini dapat dilihat sebagai hidup oleh Roh (Gal 3:3; Gal 5:25; bd. Rom 8:9-11).
Ayat 20,maksud paulus disini Artinya dalam segala pikiran dan tindakan aku semata-mata dan melulu dijiwai cita-cita Kristus, dan hidup bagi Kristus.
Ayat 21, Pengertian Paulus mengenai pembenaran (ayat Gal 2:16-17) dan kebenaran meliputi lebih daripada sekadar suatu pernyataan yang sah oleh Allah. Kebenaran yang datang melalui iman meliputi perubahan moral (ayat Gal 2:19), kasih karunia Allah (ayat Gal 2:21), dan hubungan dengan Kristus yang membuat kita mengambil bagian dalam hidup kebangkitan-Nya (ayat Gal 2:20). Kenyataan ini diperkuat dalam Gal 3:21 di mana Paulus menjelaskan bahwa kebenaran yang datang oleh iman dalam Kristus memberikan hidup, suatu kehidupan yang dipandang sebagai menerima Roh (Gal 3:2-3,14;)



Paulus Membela Berita Injilnya (Ajaran)(Gal 3:1-4)

Ayat 1, yang kematianNya disalib satu-satunya sumber keselamatan.
Ayat 2-4, Paulus menunjukkan keunggulan keselamatan karena kasih karunia oleh iman dalam Kristus atas usaha untuk memperoleh keselamatan melalui ketaatan kepada hukum Taurat. Oleh iman kepada Kristus kita menerima Roh Kudus dan semua berkat-Nya, termasuk karunia hidup kekal (ayat Gal 3:2-3,5,14,21; Gal 4:6). Akan tetapi, orang itu yang bersandar pada hukum Taurat untuk memperoleh keselamatan tidak menerima Roh Kudus dan hidup, karena hukum Taurat sendiri tidak dapat memberikan hidup (ayat Gal 3:21). 3-4, dengan mau bersunat dan diselamatkan oleh perbuatan-perbuatan yang bersifat lahiriah dan tidak dijiwai Roh Kudus. Paulus tidak mau percaya, bahwa segala itu sebenarnya sudah sia-sia.


Roh dan Hidup Baru Diterima oleh Iman dan Bukan oleh Perbuatan Baik (Gal 3:5-14)
Ayat 5, Petunjuk Paulus kepada Roh (ayat Gal 3:2,5,14; 4:6) meliputi baik baptisan dalam Roh maupun pekerjaan khusus Roh selanjutnya (bd. Kis 1:4-5; 2:4; 8:14-17; 10:44-47; 11:16-17; 19:1-6; 1Kor 12:4-11). Hal ini ditunjukkan oleh
1. penggunaan istilah "mukjizat" (Yun. _dunamis_) yang mengandung arti bahwa rasul Paulus sedang berpikir tentang penyataan karisma Roh Kudus dan kedatangan-Nya dengan "kuasa" (Yun. _dunamis_) pada hari Pentakosta (Kis 1:8; bd. Kis 2:1-4);
2. penggunaan bentuk partisip sekarang ("menganugerahkan" dan "melakukan"), yang menunjukkan manifestasi yang berkesinambungan dari karunia-karunia Roh Kudus;
3. penggunaan ungkapan "Roh yang telah dijanjikan itu" (ayat Gal 3:14) yang hampir sama dengan kata-kata Petrus dalam Kis 2:33 (bd. Luk 24:49; Kis 1:4); dan
4. penegasan dalam Gal 4:6 bahwa pengangkatan sebagai anak-anak Allah terjadi sebelumnya dan adalah dasar untuk pengiriman Roh Kudus ke dalam hati orang percaya.
Karya Roh Kudus yang berkesinambungan dalam jemaat-jemaat Galatia meliputi mukjizat. Bagi Paulus, menerima Roh Kudus bukan saja suatu pekerjaan di dalam batin yang tidak kelihatan, tetapi suatu pengalaman yang menyatakan diri melalui kuasa ilahi antara orang percaya. Karunia-karunia Roh merupakan norma penentu dari kehadiran dan kekuasaan Roh Kudus (bd. pasal 1Kor 12:1-14:40). Pertobatan dan baptisan dalam Roh Kudus harus senantiasa menghasilkan pengadaan mukjizat dan penyataan lain dari Roh.
Ayat 6, Paulus mengutip Hab 2:4 untuk menjelaskan pembenaran oleh iman (bd. Rom 1:17). Habakuk menekankan bahwa seorang yang dibenarkan oleh iman memiliki kebenaran batiniah, karena dia membandingkan orang yang benar dengan orang yang tidak benar yang "tidak lurus hatinya" (Hab 2:4). Demikianlah, Paulus percaya bahwa pembenaran meliputi suatu kebenaran batiniah melalui Roh Kudus yang mendiami hati.
Ayat 7-9, Ini dikatakan terhadap orang-orang Jahudi jang beranggapan, bahwa hal keturunan djasmani dari Abraham mendjamin akan masuk keradjaan Allah.
Ayat 10-11, Memanglah hukum Taurat mengandaikan bahwa dilakukan, bahkan dilakukan secara menyeluruh, Gal 3:10 dan Gal 5:3; bdk Yak 2:10. Hanya hukum Taurat sendiri tidak dapat menjamin pelaksanaannya, bdk Kis 15:10; Rom 7:7+.
Ayat 12, Tekanan kalimat ini terletak pada kata "melaksanakan". Hukum taurat menuntut perbuatan-perbuatan lahiriah sadja, bukan jang didjiwai kepertjajaan, dan sebab itu tidak bermutu untuk keselamatan "Hidup" disini bukan berarti mempunjai hidup abadi, melainkan sebagai "tidak mati", atau "tidak dihukum mati".
Ayat 13, Hendak membebaskan manusia dari kutuk hukum Taurat (yaitu kutuk yang menimpa mereka yang melanggar hukum Taurat) yang memberati manusia. Kristus dengan rela membiarkan diriNya tertimpa kutuk itu, bdk Rom 8:3+; 2Ko 5:21+; Kol 2:14+. Kesamaan tipis antara Kristus yang disalibkan dan orang yang menurut Ula 21:23 dihukum mati hanya bermaksud menjelaskan pikiran tsb. Sama seperti "Hamba Tuhan", Yes 53, Kristus berkenan membiarkan diriNya dianggap sebagai orang terkutuk oleh orang-orang Yahudi.
Ayat 14, Isi dari janji Allah kepada Abraham (ayat Gal 3:8) diartikan sebagai "janji Roh" (bd. Luk 24:49; Kis 1:4-5). Menerima Roh ialah memiliki kebenaran, hidup, dan semua berkat rohani yang lain
Keselamatan Tersedia Karena Janji dan Bukan
Hukum Taurat (Gal 3:15-24)
Ayat 15-16, Kata Ibrani "keturunan" dapat menunjukkan baik seluruh (banyak orang) maupun seorang dari keturunan itu. Arti kata yang mendua itu mengizinkan Paulus menjelaskan pemikirannya tentang keselarasan antara Perjanjian Lama dan peristiwa Kristus.
Ayat 17-18, Janji tak bersyarat yang diberikan Allah kepada bapa leluhur dahulu, Kej 12:1; 15:1; Rom 4:13+; Ibr 11:8, di sini dianggap sebagai suatu "wasiat" (kata Yunani yang sama berarti baik perjanjian maupun wasiat), bdk Ibr 9:16-17. Bahkan kalau janji itu mau dianggap sebagai perjanjian yang mewajibkan manusia, namun tidak boleh dianggap perjanjian timbal-balik, Gal 3:20, yang menggantungkan keselamatan pada hukum Taurat yang dilakukan manusia. Allah bertentangan dengan diriNya sendiri, seandainya hukum Taurat tidak membiarkan janji itu tetap janji yang cuma-cuma belaka. Peranan hukum Taurat ialah menyingkapkan dosa (begitulah maksud Gal 3:19) dan menuntun hati nurani manusia kepada kepercayaan Kristus, Gal 3:24-25.
Ayat 19, Kata "hukum" (Ibr. _Torah_;Yun. _nomos_) berarti "ajaran" atau "pengarahan". Hukum dapat menunjuk kepada Sepuluh Hukum, Pentateukh atau perintah apa pun dalam PL; penggunaan kata hukum oleh Paulus di sini akan meliputi sistem persembahan korban dari perjanjian Musa. Mengenai hukum ini Paulus menyatakan beberapa hal:
1. 1) Hukum diberikan oleh Allah "karena ... pelanggaran," yaitu supaya menunjukkan dosa sebagai pelanggaran kehendak Allah dan membangkitkan kesadaran manusia akan perlunya belas kasihan, kasih karunia, dan keselamatan dalam Kristus (ayat Gal 3:24; bd. Rom 5:20; 8:2).
2. 2) Walaupun hukum PL itu kudus, baik, dan benar (Rom 7:12), hukum PL tidak memadai karena tidak dapat memberikan hidup rohani atau kekuatan moral (ayat Gal 3:21; Rom 8:3; Ibr 7:18-19).
3. 3) Hukum berfungsi sebagai penuntun sementara untuk umat Allah sehingga keselamatan oleh iman kepada Kristus datang (ayat Gal 3:22-26). Sebagai penuntun, hukum itu menyatakan kehendak Allah untuk perilaku umat-Nya (Kel 19:4-6; 20:1-17; 21:1-24:8), menyediakan korban darah untuk menutup dosa manusia (lih. Im 1:5; 16:33) dan menunjuk kepada kematian Kristus yang mendamaikan (Ibr 9:14; 10:12-14).
4. 4) Hukum diberikan untuk menuntun kita kepada Kristus "supaya kita dibenarkan karena iman" (ayat Gal 3:24). Tetapi kini setelah Kristus datang, peranan hukum sebagai penuntun sudah berakhir (ayat Gal 3:25). Oleh karena itu, kita tidak lagi mencari keselamatan melalui persediaan perjanjian yang lama, termasuk ketaatan kepada hukum-hukumnya dan sistem pengorbanan. Keselamatan kini diperoleh menurut persediaan perjanjian yang baru, khususnya kematian yang mendamaikan dan kebangkitan yang mulia dari Yesus, dan hak istimewa untuk menjadi milik Kristus (ayat Gal 3:27-29;
Ayat 20, Ciri khas hukum Taurat ialah pengantaraan suatu penengah, sedangkan janji langsung diberikan oleh Allah.
Ayat 21-23, yang di maksud ialah Hendak menyambut pembenaran sebagai karunia belaka, orang terlebih dahulu harus berhenti mengejar pembenaran sebagai suatu yang wajib diberikan. Kitab Suci, Gal 3:8,16, merupakan penyataan dan sarana rencana Allah, Rom 11:32.
Ayat 24, Setelah penuntun (Yunaninya: paidagogos= seorang budak yang bertugas mengantar kanak-kanak kepada guru-gurunya) membawa kanak-kanak kepada gurunya, tugasnya sudah selesai. Begitulah peranan hukum Taurat dalam tata penyelamatan; pada pokoknya hukum Taurat hanya berupa persiapan belaka dan karenanya sementara saja. Kini hukum Taurat sudah digenapi oleh kepercayaan kepada Kristus dan kasih-karunia Allah, Rom 6:14-15+; bdk Mat 5:17+.




Mereka yang Percaya Kristus Adalah Anak dan
Bukan Hamba(Gal 3:25-4:1-7)
Ayat 26, Jadi benar-benar semua; tidak hanya "kita", ialah orang-orang Yahudi, Gal 3:24, tetapi juga "kamu", ialah orang Kristen bukan Yahudi.
Ayat 27, Iman dan baptisan tidak saling bertentangan tetapi saling mengandaikan, bdk Rom 6:4+.
Ayat 28, Paulus menyingkirkan semua perbedaan suku, warna kulit, bangsa, sosial, dan seksual dalam kaitan dengan hubungan rohani seseorang dengan Yesus Kristus. Semua dalam Kristus adalah sama-sama ahli waris dari "kasih karunia, yaitu kehidupan" (1Pet 3:7), Roh yang dijanjikan (ayat Gal 3:14; 4:6), dan pembaharuan menurut gambar Allah (Kol 3:10-11). Pada pihak lain, dalam konteks persamaan rohani, laki-laki tetap laki-laki dan wanita tetap wanita (Kej 1:27). Peranan yang ditetapkan Allah bagi mereka dalam pernikahan dan masyarakat tidak berubah (1Pet 3:1-4;
Ayat 29, Paulus kembali berkata tentang keturunan Abraham, Gal 3:6-9. Selanjutnya keturunan Abraham bukanlah keturunannya "menurut daging", tetapi anak-anak Allah yang percaya kepada Kristus Yesus. Tidak ada perbedaan martabat hakiki, tidak pula perbedaan hak asasi diantara saudara-saudara yang bersunat dan yang tidak bersunat. jangan dipentingkan keturunan jasmani dari Abraham, sebab hal keturunan yang dimaksudkan dalam janji, ialah keturunan rohani berdasarkan kepercayaan. Hal ini lebih lanjut diuraikan Paulus dalam bab 4 dari surat kepada umat Roma.
Pasal 4 :1-2, Perbandingan lain yang diambil dari tata hukum. Meskipun bangsa terpilih, namun orang Yahudi yang nanti menjadi ahli waris hanya budak saja selama tata hukum Taurat berlaku, Gal 4:3. Kalau seorang Kristen mau menaklukkan diri kepada tata hukum itu maka ia kembali menempatkan diri dalam keadaan anak, bdk Gal 4:9.
Pasal 4 :3, Harafiah: unsur-unsur dunia. Ialah unsur-unsur dunia materiil. Tetapi dalam pikiran Paulus ungkapan itu, bdk Gal 4:9; Kol 2:8,20, menunjuk kepada hukum Taurat yang dengan teliti mengatur penggunaan barang materiil itu, Gal 4:10; Kol 2:16. Sekaligus ungkapan itu menunjuk kepada roh-roh atau kuasa-kuasa di angkasa, khususnya binatang-binatang yang menurut kepercayaan orang melalui hukum Taurat, Gal 3:19+; Kol 2:15+, memelihara dan melindungi dunia.
Pasal 4 :4, ungkapan "kegenapan waktu" berarti: zaman Mesias atau zaman terakhir sudah datang. Zaman itu memenuhi penantian yang berabad-abad lamanya, seolah-olah jangka penantian itu semacam takaran. Bdk Kis 1:7+ dan Mar 1:15; 1Ko 10:11; Efe 1:10; Ibr 1:2; 9:26; 1Pe 1:20; Rom 13:11+; 2Ko 6:2+.
Pasal 4 :5, Disebutkan aspek negatip (takluk kepada hukum Taurat) dan segi positip (menjadi anak) pada penebusan. Dengan menjadi anak si budak dimerdekakan. Budak yang dimerdekakan diangkat menjadi anak, tidak hanya oleh karena menurut hukum menjadi waris, Gal 4:7 (bdk Gal 3:29), tetapi terutama oleh karena dikurniai dengan hidup ilahi. Dalam memberi karunia itu ketiga diri ilahi bergabung, Gal 4:6 (bdk 2Ko 13:13+).
Pasal 4 :6-7, terjemahan dari "Aba", yang ditambah sebagai keterangan. Terjemahannya yang sebenarnya, lebih tepat dan lebih jelas dalam bahasa kita, ialah "Bapa" saja. Seruan itu baru penuh berarti, kalau diungkapkan dalam bahasa kekanak-kanakan yang khusus dimasing-masing keluarga. Demikian halnya "Abba" pada orang yahudi. Untuk tepat mengerti kata "menyeru", baik kita ingat ungkapan yang lazim dalam Perjandjian Lama, yaitu "menyeru Allah", maksudnya: percaya kepada Allah dan mengharapkan segala-galanya dari padaNya.
Salah satu tugas Roh Kudus ialah menciptakan perasaan kasih anak di dalam hati anak-anak Allah yang menyebabkan mereka mengenal Allah sebagai Bapa.
1. Istilah "Abba" adalah bahasa Aram yang artinya "Bapa". Itulah kata yang dipakai Yesus ketika membicarakan Bapa-Nya di sorga. Perpaduan istilah Aram "_Abba_" dengan istilah Yunani untuk ayah (_pater_) mengungkap kedalaman keintiman, perasaan mendalam, kesungguhan, kehangatan, dan keyakinan yang dengannya Roh menyebabkan kita berseru kepada Allah (bd. Mr 14:36; Rom 8:15,26-27). Dua tanda yang pasti dari pekerjaan Roh di dalam kita adalah seruan spontan kepada Allah sebagai "Bapa" dan ketaatan spontan kepada Yesus Kristus sebagai "Tuhan"
2. Mungkin yang terutama dimaksudkan Paulus dalam ayat ini adalah baptisan dalam Roh Kudus dan kepenuhan yang berkesinambungan (bd. Kis 1:5; 2:4; Ef 5:18), karena hubungan kita dengan Dia sebagai anak dijadikan Allah sebagai alasan untuk mengutus Roh Kudus. Karena kita sudah menjadi "anak" melalui iman kepada Kristus, Allah mencurahkan Roh Kudus ke dalam hati kita. Keadaan "diterima menjadi anak" (ayat Gal 4:5) mendahului pengiriman Roh Kudus
Himbauan untuk Memikirkan Kembali Tindakan
Mereka(Gal 4:8-20)
Ayat 8-9, Pertobatan orang-orang Galatia adalah karya Allah, yang terlebih dahulu "mengenal" (ialah memilih dan mengasihi) mereka, bdk 1Ko 8:2-3; 13:12.
Ayat 12, Ini kiranya terjadi oleh karena Paulus tidak menepati hukum Taurat waktu berada di tengah orang-orang Galatia bdk 1Ko 9:21.
Ayat 13-14, Penyakit yang dimaksudkan di sini mungkin berupa sakit mata (ayat Gal 4:15), malaria, duri di dalam daging (2Kor 12:7) atau cacat jasmaniah karena dilempari batu. Apa pun yang dimaksudkan, rupanya itu menjadi suatu masalah jasmaniah. Orang percaya yang setia mengikuti kehendak Allah dan giat dalam pelayanan Kristen tidaklah bebas dari serangan penyakit, nyeri jasmaniah atau kelemahan.
Ayat 19-20,"Sakit bersalin" (Yun. _odino_) melukiskan dukacita, penderitaan batin, dan kerinduan Paulus agar orang Galatia yang telah terpisah dari Kristus dan telah "hidup di luar kasih karunia" (Gal 5:4) dapat diselamatkan. Dia mengatakan bahwa mereka memerlukan kelahiran rohani yang kedua kalinya dan selaku ibu dia menderita kembali sakit bersalin supaya Kristus dapat dibentuk lagi di dalam diri mereka.
Mereka yang Percaya Hukum Adalah Hamba dan
Bukan Anak (Gal 4:21-31)
Ayat 21, Ialah mendengarkan kesaksian Kitab Suci, bdk Rom 3:19+. Hendaklah menjadi waris dari apa yang dijanjikan tidak cukuplah orang keturunan Abraham, bdk Mat 3:9; orang harus menjadi keturunan Abraham bukan seperti Ismael, tetapi seperti Ishak, ialah berdasarkan janji, Gal 4:23, yang menjanjikan keturunan lebih berpaut dengan roh dari pada dengan daging, Gal 4:29, sehingga Ishak sebagai keturunan "rohani" Abraham melambangkan orang Kristen, Gal 4:28; bdk Rom 9:6 dst. Jalan pikiran fundamentil itu dijelaskan lebih lanjut dengan hal-hal lain yang dangkal dan sedikit banyak dicari-cari saja.
Ayat 22, Paulus menggunakan suatu gambaran untuk menunjukkan perbedaan di antara perjanjian yang lama dengan yang baru. Hagar mewakili perjanjian yang lama yang ditetapkan di gunung Sinai (ayat Gal 4:25); anak-anaknya kini hidup di bawah perjanjian ini dan "diperanakkan menurut daging" (ayat Gal 4:23), yaitu mereka tidak memiliki Roh Kudus. Sara, istri Abraham yang lain, mewakili perjanjian yang baru; anak-anaknya, yaitu orang percaya dalam Kristus, memiliki Roh Kudus dan merupakan anak-anak Allah yang sejati yang "diperanakkan menurut Roh" (ayat Gal 4:29;
Ayat 23, Ialah menurut hukum alamiah, bdk Rom 7:5+, sedangkan Allah tidak campur tangan hendak melaksanakan janjinya.
Ayat 24-25, gunung Sinai terletak Sebab gunung Sinai terletak di tanah Arab, ayat 25, Yerusalem yang diperbudak oleh hukum Taurat diperlawankan dengan Yerusalem di zaman Mesias, bdk Yes 2:2, yang menjadi subur setelah lama mandul, Gal 4:27; bdk Yes 54:1-6; Wah 21:1+.
Ayat 26, yang di maksud paulus dengan perempuan merdeka disini ialah, sebuah cerita dari PL yakni perempuan itu ialah sara.
Ayat 29-31, Setelah Ismael serta orang Yahudi disejajarkan dengan Ishak serta orang Kristen, Paulus menyimpulkan pengetrapan lain lagi. Menurut beberapa tradisi Yahudi, Ismael "menganiaya" Ishak. Dan bagaimanapun juga menurut Kitab Suci Sara menganggap Ismael sebagai saingan anaknya sendiri dan karenanya menuntut bahwa Abraham mengusir Hagar, Kej 21:9.
Paulus Membela Kebebasan Injilnya(Gal 5:1-10)
Ayat 1, Dengan kembali kepada sunat, orang melepaskan kemerdekaan yang dikurniakan melalui kepercayaan kepada Kristus, bdk Rom 6:15+. Dalam hal itu hukum Taurat dan iman tidak dapat berdamai, Gal 5;2-6. Ada sejumlah naskah dan terjemahan yang menghubungkan Gal 5:1 dengan Gal 4:31:...anak perempuan merdeka dengan kemerdekaan yang dengan itu Kristus memerdekakan kita.
Ayat 4, Beberapa anggota jemaat di Galatia telah mengganti iman mereka kepada Kristus dengan iman kepada upacara-upacara legalistik dari hukum Taurat (Gal 1:6-7; 5:3). Paulus menyatakan bahwa mereka sudah berada di luar kasih karunia. Hidup di luar kasih karunia berarti terasing dari Kristus (bd. Yoh 15:4-6) dan meninggalkan prinsip kasih karunia Allah yang membawa hidup dan keselamatan. Hal ini berarti hubungan dengan Kristus ditiadakan dan tidak lagi tinggal "di dalam Kristus"
Ayat 5, Terjemahan lain: apa yang diharapkan oleh kebenaran.
Ayat 6, Pokok pangkal hidup baru ialah iman, Gal 4:5; 5:5. Tetapi oleh Roh Kudus iman itu digabungkan dengan pengharapan, Gal 5:5, dan dengan kasih, Gal 5:6,13-14; bdk Rom 5:5+; 1Ko 13:13+. Dengan mengamalkan kasih orang menyatakan imannya hidup, bdk 1Yo 3:23-24.
Alkitab mengajarkan bahwa seseorang diselamatkan oleh iman (Gal 2:15-16; Rom 3:22; Ef 2:8-9).
1. Dalam bagian ini Paulus mendefinisikan sifat tepat dari iman itu. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang hidup kepada Juruselamat yang hidup, iman yang begitu vital sehingga mau tidak mau akan menyatakan diri di dalam perbuatan kasih.
2. Iman yang tidak sungguh-sungguh mengasihi dan menaati Kristus (bd. 1Yoh 2:3; 5:3), menunjukkan perhatian yang besar terhadap pekerjaan kerajaan Allah (bd. Mat 12:28), dan dengan aktif menolak dosa dan dunia (ayat Gal 5:16-17), tidak dapat memenuhi syarat sebagai iman yang meyelamatkan (bd. Yak 2:14-16;
Ayat 7-10, Ajaran palsu akan berbentuk penyangkalan kebenaran inti iman Kristen atau menyatakan bahwa di samping apa yang dinyatakan PB masih diperlukan sesuatu lain untuk menjadi seorang Kristen yang utuh (bd. Gal 1:6; Gal 2:16; Gal 5:2,6).
1. Semua pengajaran Kristen harus melalui ujian kebenaran rasuli, yaitu apakah ajaran itu sesuai dengan berita asli yang disampaikan Kristus dan para rasul sebagaimana terdapat dalam PB? (bd. Gal 1:11-12; Gal 2:1-2,7-9;
Kita harus bertanya: apakah ajaran itu kurang daripada ajaran rasuli? Apakah ajaran itu menambahkan sesuatu yang tidak alkitabiah kepada kebenaran sedangkan mengakui ajaran rasuli?
2. Kita sama sekali tidak boleh menguji ajaran hanya dengan perasaan, pengalaman, hasil, mukjizat, atau apa yang dikatakan oleh orang lain. PB merupakan patokan kebenaran yang mutlak.
3. Kita harus berhati-hati terhadap semua ajaran yang mengatakan bahwa Firman Allah tidak lagi memadai sehingga gereja memerlukan kesarjanaan, ilmu pengetahuan, filsafat, psikologi atau penyataan-penyataan baru untuk mencapai kedewasaan di dalam Kristus.

Kebebasan Kristen Berkaitan dengan Keselamatan oleh
Kasih Karunia(Gal 5:11-12)
Ayat 11-12, Seperti kiranya dibuat oleh para lawan Paulus; bdk Gal 1:10; 2:3+. ayat 12 Ini kiranya menyindir pengebirian sebagaimana dilakukan bagi ibadat kepada dewi Kibel. Caci maki yang serupa terdapat dalam Fili 3:2.
Kebebasan Kristen Jangan Dijadikan Alasan untuk
Memperturutkan Tabiat Berdosa (Gal 5:13-26)
Ayat 13, Hidup baru orang yang percaya digenapi dalam kasih, Gal 5:6; Rom 13:8; 1Ko 13:1+. Kasih itulah "hukum baru", bdk Rom 7:7+, dan menghasilkan buah Roh Kudus Gal 5:22; bdk Rom 5:5+; Fili 1:11, dan bukanlah "perbuatan daging", Gal 5:19; 6:8; bdk Rom 13:12.
Ayat 14, Sesama manusia tidak lagi, seperti dalam Ima 19:18, hanya orang sebangsa, tetapi semua anak dari keluarga umat manusia, bdk Luk 10:29-37. Mereka semua disamakan dengan Kristus, Mat 25:40,45. Juga menurut Paulus hukum kedua tidak dapat tidak mengandung hukum pertama.
Ayat 15-26, Ayat-ayat ini dengan jelas memperlihatkan bagaimana kedua prinsip perbuatan, yaitu "daging" dan "Roh", berlawanan satu sama lain, bdk Rom 5:5+; Rom 7:5+. Orang Kristen yang dipimpin oleh Roh, Gal 5:18,25; Rom 8:14, memang secara wajar hidup menurut Roh itu, Gal 5:22-23, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang berasal dari "keinginan daging", Gal 5:16,24. Perbuatan "daging" itu bukanlah "kedagingan" oleh karena berpangkal pada "tubuh".
Ayat 17, Perselisihan rohani di dalam orang percaya melibatkan seluruh orang itu; yang diperjuangkan adalah apakah mereka akan menyerah pada kecenderungan keinginan daging dan sekali lagi tunduk kepada penguasaan dosa atau apakah mereka akan menyerah kepada tuntutan Roh dan tinggal di bawah kekuasaan Kristus (ayat Gal 5:16; Rom 8:4-14). Medan perang itu berada di dalam orang Kristen itu sendiri dan pertempuran itu harus berlangsung sepanjang hidup mereka di dunia ini jikalau mereka kelak akan memerintah bersama Kristus (Rom 7:7-25; 2Tim 2:12; Wahy 12:11;
Ayat 20, Terjemahan Latin (Vlg) dan sejumlah naskah menambah (Gal 5:21) pembunuhan. Bdk Rom 1:29.
Ayat 21, Walaupun Paulus mengatakan bahwa seseorang tidak mungkin mewarisi Kerajaan Allah dengan menaati hukum Taurat (Gal 2:16; 5:4), dia juga mengajarkan bahwa ada kemungkinan seseorang menghalangi dirinya masuk Kerajaan Allah dengan melakukan perbuatan jahat

Ayat 23-26, Orang beriman yang bersatu dengan Kristus tidak lagi mempunyai suatu hukum yang hanya menyuruh dari luar saja. Orang beriman menepati "Hukum Roh", Gal 5:18,23,25; 6:2; Rom 6:15; 8:2-4; Fili 1:9-10; bdk Yak 1:25; 2:8.
Kebebasan Kristen Harus Diungkapkan Melalui
Hukum Kristus(Gal 6:1-10)
Ayat 1, Ucapan ini bercorak sindiran rasanya, dan dapat disadur kamu yang menganggap dirimu dihidupi Roh dan lebih kuat, sambil memandang hina kepada orang yang kebetulan berdosa.
Kata "memimpin" dalam bahasa Yun. _katartizo_ berarti "memulihkan". Kata ini dipakai dalam PB untuk membetulkan jaring atau jala (Mat 4:21) atau menyempurnakan watak manusia (2Kor 13:11). Jadi, memulihkan seorang berarti memimpin orang itu kembali kepada pertobatan yang benar dan penyerahan sepenuhnya kepada Kristus dan ajaran-ajaran-Nya. Hal ini mungkin meliputi tindakan disiplin yang dilaksanakan dengan "lemah lembut".
1. Paulus tidak berbicara mengenai dosa-dosa serius yang merusak citra jemaat di hadapan umum (bd. 1Kor 5:5). Dosa-dosa semacam itu mungkin memerlukan tindakan pengucilan sementara dari persekutuan jemaat sebelum dipulihkan kembali (1Kor 5:11).
2. Pemulihan yang disebutkan Paulus di sini tidak menunjuk kepada pemulihan kepada kedudukan pemimpin atau guru dalam gereja. Syarat dan standar bagi mereka yang ingin melayani dalam kedudukan kependetaan meliputi lebih daripada keadaan rohani seseorang sekarang ini. Hal ini menuntut bakti kesetiaan yang tekun terhadap prinsip-prinsip Allah untuk kebenaran supaya mereka dapat menjadi teladan bagi orang percaya (1Tim 4:12;
Ayat 2, disini agaknya berarti kelemahan manusiawi, yang memang terasa beban berat oleh manusia yang jatuh dalam dosa. Tetapi mungkin Paulus maksudkan segala kesusahan baik rohani maupun jasmani.
Bertolong-tolongan dalam menanggung beban meliputi menolong orang yang memerlukan bantuan pada saat kesakitan, kesusahan, dan kesulitan keuangan. Mungkin yang dimaksudkan Paulus adalah sokongan para guru dan misionaris Saling menanggung beban adalah sifat ilahi (Mazm 55:23; 1Pet 5:7).
Ayat 3-4, maksudnya ialah Djangan berpikir atau bertindak sombong dan angkuh hati terhadap sesamamu manusia.
Ayat 5, maksud paulus disini mungkin disini berarti pertanggungan jawaban pada pengadilan teraakhir. Antara ayat ini dilanjutkan dalam Gal 6:7-10 berikut.
Ayat 7, Mereka yang mengaku menjadi pengikut Kristus yang sudah dilahirkan kembali dan dipenuhi Roh (ayat Gal 6:3), sedangkan pada saat yang sama secara sadar menabur untuk memuaskan keinginan daging (Gal 5:19-21), bersalah karena mempermainkan dan menghina Allah. Janganlah kita menipu diri sendiri: orang demikian tidak akan menuai "hidup yang kekal" tetapi "kebinasaan" (ayat Gal 6:8) dan "kematian" (Rom 6:20-23;
Ayat 8-9, maksud paulus ialah jangan mencari kebahagiaannya dalam memuaskan hawa-nafsu kodrati yang menentang roh. yang dimaksudkan disini ialah perbuatan baik terhadap sesama manusia.
Ayat 10, Pada pokoknya setiap perbuatan baik seorang Kristen menyatakan kasih, Gal 5:14, dan tertuju kepada orang lain: kasih Kristen pertama-tama mengenai saudara seiman, Rom 14:15; 1Te 4:9-10; 2Te 1:3; dll. Tetapi ia memberikan kesaksian di hadapan sekalian orang, Rom 12:17, dan perlu diperluas sampai merangkum semua manusia, 1Te 5:15; Rom 12:18 dst, termasuk musuh, Rom 12:20.
Penutup (Gal 6:11-18)
Ayat 11, Paulus menulis kesimpulan terakhir ini dengan tangannya sendiri, dan sengaja dengan huruf besar, tentu saja untuk menekankan kesungguhan dan kepentingan-kepentingan peringatannya dalam surat ini.
Sesuai dengan kebiasaannya Paulus menambah beberapa kata dengan tulisannya sendiri, bdk 2Te 3:17; 1Ko 16:21-24; Kol 4:18, dan barangkali juga Rom 16:17-20. Menulis dengan huruf besar adalah cara untuk menggaris bawahi sesuatu.
Ayat 12, dengan tanda sunat pada tubuhnya dan dengan mengamalkan hukum taurat dengan perbuatan-perbuatan yang bersifat lahiriah saja.
Ayat 13, sini maksudnya ialah yaitu sebab mereka berhasil, kamu mempunyai tanda sunat dalam "daging"mu.
Ayat 14, Salib Kristus, lambang kematian mengerikan yang diderita Juruselamat untuk keselamatan kekal kita, kini menjadi pemisah yang memisahkan dunia dari kita dan kita dari dunia. "Dunia" berarti segala sesuatu yang berlawanan dengan Allah, kerajaan, dan kebenaran-Nya (bd. Gal 4:3; 1Kor 2:12; 3:19; 1Yoh 2:15-17).
1. 1) Bagi mereka yang menjadikan salib itu hidup dan kemegahannya, dunia dengan segenap nilai, patokan, pendapat, kehormatan, dan gaya hidupnya kini tidak lagi didambakan atau dicintai.
2. 2) Bagi kita hal "disalibkan dengan Kristus" (Gal 2:19) meliputi disalibkan bagi dunia ini. Kita tidak dapat mengambil bagian dalam keselamatan dan kemuliaan salib Kristus tanpa meninggalkan semua kesenangan duniawi yang menjauhkan hati kita dari Kristus dan kehadiran-Nya.
Ayat 15, yaitu manusia baru, yang mempunyai hidup atas kodrati dan abadi, yang diciptakan didalam batinnya oleh Roh Kudus, yang tetap hidup didalam dirinya. Ingatlah Gal 4:4-6 dan bdl. Rom 8:14-17 dan Yoh 3-5.
Ayat 16, Istilah ini menunjuk kepada segenap umat Allah di bawah perjanjian yang baru, yaitu orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi. Semua yang melalui "salib Tuhan kita Yesus Kristus" disalibkan bagi dunia (ayat Gal 6:14) dan "menjadi ciptaan baru" (ayat Gal 6:15) adalah "Israel milik Allah" yang sejati (bd. Rom 2:28-29; 9:7-8; Ef 2:14-22; Fili 3:3; 1Pet 2:9).
ayat 17, Paulus dicap sebagai hamba Kristus, seperti biasa budak-belian diselari dengan cap milik tuannya. cap Paulus tentu saja bekas luka-lukanya, akibat penganiayaan terhadapnya "karena salib Kristus". Tanda-tanda itu membuktikan bahwa ia rasul Kristus sejati.
bekas luka-luka yang diterima Paulus karena penganiayaan dan siksaan demi Kristus, bdk 2Ko 6:4-5; 11:23-28; Kol 1:24. Menurut pandangan Paulus tanda-tanda itu lebih mulia dari pada tanda manapun juga "dalam daging", Gal 6:13-14; bdk 2Ko 11:18; Fili 3:7.






BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pertama, Surat Paulus Kepada Jemaat-jemaat di Galatia ini ditulis untuk menolong orang-orang yang telah disesatkan oleh ajaran-ajaran salah itu, supaya mereka kembali taat kepada ajaran yang benar. Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ia berhak disebut rasul Yesus Kristus. Dengan tegas Paulus mengatakan bahwa panggilannya untuk menjadi rasul berasal dari Allah, bukan dari manusia.
Kedua, tujuan surat Galatia di tulis Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti bahwa hidup sebagai orang Kristen bukanlah hidup yang di bawah atau diperintah Hukum Taurat.
Ketiga, Penulis: Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus (Gal 1:1), berisi inti ajaran tentang iman. Surat ini memberikan kepada kita gambaran rinci mengenai kehidupannya yang tidak disebut dalam tulisannya yang lain.
Keempat, Pembacanya: Beberapa orang mengatakan bahwa ia menulis kepada orang Kristen di Galatia Utara (Asia Kecil) yang berbangsa Gaul, yang dikunjungi oleh Paulus dalam perjalanan misionarisnya yang kedua.
Aplikasi dari surat Galatia

Pertama, Banyak orang masih berpendapat bahwa kemampuan seseorang untuk dapat dibenarkan di hadapan Allah bergantung kepada berapa banyak peraturan yang ditaatinya dan seberapa terhormatnya dia. Paulus menunjukkan bahwa yang penting adalah iman, bukan perbuatan.
Kedua, Kemerdekaan yang dibawa oleh Kristus tidak berarti bahwa seorang Kristen boleh bertindak semaunya. Hidupnya tidak boleh didasari oleh keinginan untuk memuaskan diri sendiri dan hawa nafsunya. Ia mempunyai tanggung jawab baru untuk menyatakan buah Roh di dalam sifat, tingkah laku dan hubungan-hubungannya dengan orang lain.
Ketiga, Gereja tidak mempunyai wewenang untuk mempercayai apa saja yang disukainya atau secara bebas menentukan doktrinnya sendiri. Kebenaran Kristen sudah diungkapkan oleh Allah dan tidak dapat diganggu gugat. Paulus menekankan bahwa mempercayai sesuatu yang berbeda dengan apa yang telah Allah ungkapkan itu berbahaya, karena hal itu bukan saja tidak benar tetapi juga akan membawa kepada penghukuman. Kebenaran itu sudah diatur oleh para rasul dan juga dalam Galatia, Paulus menekankan mengenai wewenang kerasulannya.
Keempat, Banyak orang percaya bahwa hanya terdapat sedikit hubungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan mereka berbicara tentang dua Allah dengan dua tuntutan berbeda terhadap manusia. Paulus menunjukkan bahwa Allah hanya satu dan terdapat suatu kesatuan dalam seluruh isi Alkitab.

No comments:

Post a Comment